Rabu, 18 Oktober 2017

Merasakan Sentuhan Sejarah Kota Bandung di Jalan Braga

Akhir pekan sebentar lagi tiba, para traveler sejati harus tahu kemana akan menghabiskan akhir pekannya, jika belum tahu kemana anda akan berlibur kali ini saya akan mengajak anda berwisata malam di kota kembang, barangkali dapat menjadi referensi liburan anda pekan ini. Kota yang konon dipenuhi dengan gadis-gadis cantik ini memiliki sebuah tempat yang patut untuk dikunjungi, tempat yang penuh dengan sentuhan-sentuhan retro dan bangunan tempo doelo. Bernama  Jalan Braga, sudah pernah mendengar nama ini sebelumnya? Sudah pernah datang? Jika belum cobalah merasakan wisata yang berbeda dari wisata biasanya di tempat ini.

Wajah Bandung pada jaman dahulu dapat anda lihat di Jalan Braga, meskipun tidak persis sama dengan asalnya namun beberapa spot dan bangunan kuno dan indah masih dipertahankan dan dipelihara hingga dapat anda nikmati dengan seksama. Braga selalu dipenuhi dengan banyak pengunjung dalam 24 jamnya, banyak sekali pedagang yang berjejeran di sana sini seperti butik, toko barang-barang antik, dan juga penjual lukisan.

sandradesnia.wordpress.com
Cara yang paling asyik menikmati tempat ini adalah berjalan kaki menyusuri jalur braga terutama pada malam hari dengan keindahan bangunan koloni di sana sini sambil berfoto ria mengabadikan keakraban anda dengan bangunan kuno khas kolonial kemudian mencicipi jajanan yang menggoda di pinggir jalan. Banyak restoran dan hotel disekitaran jalan Braga ini jadi anda tidak perlu khawatir untuk mencari tempat bermalam. Bahkan di braga juga terdapat restoran dengan menu-menu jaman kolonial yang khas pada jamannya dulu bahkan beberapa menu merupakan resep asli Belanda. seiring perang dunia ke II pada tahun 1942 pamor jalan braga ini mulai turun, menjelang konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 bangunan-bangunan di jalan braga dipercantik lagi.
afadalhaque.blogspot.co.id
Sebenarnya jalan braga sudah menjadi tempat yang terkenal dari dulu, jauh sebelum Indonesia merdeka, pada masa penjajahan Belanda dulu jalan ini baru dibangun saat Deandels memulai proyek pembuatan jalan Anyer-Panarukan, jalan ini merupakan kawasan elit dengan bangunan yang megah di pinggir-piggir jalan dan mobil-mobil mewah yang berseliweran di jalan ini. Tempat ini merupakan pusat keramaian dengan pertokoan mewah dan tempat-tempat hiburan orang kolonial Belanda yang berkelas. Menurut kabar yang bedar Jl ini diberi nama JL Braga pada tahun 1882 muncul perkumpulan Tonil Braga, namun kabar lain mengatakan bahwa braga diambil dari kata “Baraga” atau “ngabaraga” yang artinya bergaya.

Berjalan-jalan di Braga anda akan menemukan sebuah bangunan kuno yang besar bertuliskan “LANDMARK”, pada jamannya dulu sekitar tahun 1922 Landmark ini merupakan toko buku yang bernama Van Dorp Setelah Van Dorp ini ditutup, gedung ini sempat difungsikan sebagai Bioskop pada tahun 1970. Saat ini Gedung Landmark dijadikan sebagai gedung serba guna. Jika anda beruntung anda akan melihat pameran-pameran yang sering diadakan di gedung landmark ini, pameran yang diadakan disini bermacam-macam, ada pameran elektronik, pameran buku dan banyak lagi pameran lainnya. Di jalan ini juga dobangun gedung Societeit Concordia yang digunakan sebagai tempat pertemuan dari para warga Bandung terutama warga Bandung dengan latar belakang hartawan pada jaman dulu.


EmoticonEmoticon